Search This Blog

Loading...

Sunday, September 16, 2012

Merubah Industri Pengolahan Sampah Menjadi Lebih Profitable (Menguntungkan)


BAB - I
PENDAHULUAN



1.1. LATAR BELAKANG

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, mengamanatkan bahwa penanganan sampah perkotaan dimaksudkan untuk mengurangi sampah melaluai penerapan program 3 R (Reduce, Reuse, Recycle), sehingga pengelolaan sampah perkotaan tidak hanya sekedar kumpul-angkut-buang, tetapi harus melakukan pengolahan sampah sejak dari sumber sampai Tempat Pemrosesan Akhir.

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No.4 tahun 2012 Tentang HARGA PEMBELIAN TENAGA LISTRIK OLEH PT PLN (PERSERO)DARI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK YANG MENGGUNAKAN ENERGI TERBARUKAN SKALA KECIL DAN MENENGAH ATAU KELEBIHAN TENAGA LISTRIK.

Pasal 1
 (1) PT PLN (Persero) wajib membeli tenaga listrik dari pembangkit tenaga listrik yang menggunakan energi terbarukan skala keeil dan menengah dengan kapasitas sampai dengan 10 MW atau kelebihan tenaga listrik (excess power) dari badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, badan usaha swasta, koperasi dan swadaya masyarakat guna memperkuat sistem penyediaan tenaga listrik setempat.
(2) Pembelian kelebihan tenaga listrik (excess power) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat lebih besar dari tenaga listrik yang dipakai sendiri dan sesuai dengan kondisi/kebutuhan sistem ketenagalistrikan setempat.
(3) Pembelian tenaga listrik sebagairnana dimaksud dalam Pasal 1 apabila berbasis sampah kota menggunakan teknologi zero waste
(4) Zero waste sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan teknologi pengelolaan sampah sehingga terjadi penurunan volume sampah yang signifikan rnelalui proses terintegrasi dengan gasifikasi atau incenerator dan anaerob.
(5) Pernbelian tenaga listrik sebagaimana dirnaksud dalam Pasal 1 apabila berbasis sampah kota dengan teknologi sanitary landfill,
Teknologi sanitary landfill sebagaimana dimaksud pada ayat (5) merupakan teknologi pengolahan sampah dalam suatu kawasan tertentu yang terisolir sampai aman untuk lingkungan.

Dalam kaitan itu, Pemerintah Provinsi, Kota, dan Kabupaten cq Dinas Kebersihan berupaya mengembangkan tempat pengolahan sampah, baik yang dilakukan sendiri (swakelola) maupun kerjasama dengan mitra swasta.


1.2. TUJUAN
Melakukan pengelolaan sampah terpadu (reduksi sampah)
Mengurangi ketergantungan pada TPST
Mengurangi biaya pengangkutan sampah ketempat pemrosesan akhir
Meningkatkan pelayanan dan pengelolaan sampah
Mengurangi secara significant dan cepat semua sampah organik dan non Organik untuk dirubah menjadi BBM dan Energi Listrik.
Semua permasalah sampah dan teratasi tanpa masalah dengan tuntas dan bermanfaat bagi pemerintah daerah, pemerintah kota, masyarakat, dan pengusaha.

1.3. MANFAAT
Kemandirian dalam pengolahan sampah
Merubah dan menyempurnakan teknologi pengolahan Sampah yang ada selama ini.
Membantu TPST (mengurangi beban pengolahan sampah)
Menjadikan Indonesia sebagai Pelopor dalam penerapan teknologi pengolahan sampah didalam kota.
Menciptakan dan membuka lapangan kerja dan peluang usaha baru yang bertujuan profitable dan revenue yang relatif lebih cepat.
Mengurangi dan mereduksi secara significant pembukaan lahan baru Untuk TPA dan TPS
Menciptakan Green Energy yang bebas polusi dengan system Zero Waste. Dimana semua proses tidak menggunakan bahan bakar dari BBM namun dengan bahan bakar Biomass.



BAB-II
GAMBARAN UMUM


2.1. SKEMA UMUM PENGOLAHAN LIMBAH KOTA SELAMA INI di PEMKAB DAN PEMKOT


Alur pengolahan sampah selama ini

Beberapa Skema Pengolahan Sampah diberbagai Pemkab dan Pemkot selama ini :
1. Memperluas dan Menyediakan Lahan TPA Baru
2. Dibakar dengan Incinerator
3. Diolah menjadi Kompos / Pupuk Organik
4. Dipilah – pilah menjadi beberapa jenis bahan daur ulang.
5. Bank Sampah.
6. Sampah organik digunakan menjadi pembangkit tenaga listrik, Namun sampah plastik tidak terproses




2.2. TEKNOLOGI

Teknologi Indonesia untuk mengolah sampah organik yang telah diujikan dan dipatenkan di University of Tsukuba, Japan. Dimana mampu mengubah sampah organik menjadi Metan (CH4) sehingga dirubah menjadi bahan bakar pembangkit listrik, dan merubah Sampah plastik menjadi sumber bahan bakar pembangkit listrik

Bio – teknologi kami mampu menangani sampah organik dengan cepat. Dimana teknologi kami mampu melakukan proses fermentasi dengan berbagai waktu sesuai yang dinginkan.
Green Compost Maker (GCM) T-1 = 30 hari masa fermentasi
Green Compost Maker (GCM) T-2 = 7 hari masa fermentasi
Green Compost Maker (GCM) T-3 = 5 hari masa fermentasi
Green Compost Maker (GCM) T-4 = 2 hari masa fermentasi
Green Compost Maker (GCM) T-5 = 33 jam masa fermentasi

Untuk pengaplikasian adalah 2 Liter GCM untuk mengatasi sampah organik sebanyak 1 ton. Jadi sampah 100 ton hanya membutuhkan 200 Liter GCM. Sampah 1000 ton hanya membutuhkan 2000 Liter GCM.

Dimana sampah organik dirubah menjadi kompos dan Gas metan (CH4) sesuai teknologi yang diinginkan. Dan Gas Metan (CH4) digunakan untuk pembangkit tenaga Listrik.

Teknologi untuk mengolah sampah plastik adalah teknologi Pyrolysis yang menggunakan bahan bakar untuk pemanas dari Biomass yang mampu menghasilkan panas tinggi yang stabil namun dengan bahan bakar yang relatif sangat sedikit. Dimana teknologi ini sedikit sekali menghasilkan asap, arang pembakaran sangat bermanfaat bagi tanah dan pertanian,  proses lebih cepat 20% dari technology Pyrolysis yang pernah ada, semua dikontrol secara otomatis, dan perawatan mudah. Hasil pengolahan sampah plastik mampu digunakan untuk pembangkit tenaga listrik.

Kapasitas yang sangat beragam dari teknologi pengolahan sampah organik dan plastik, Mulai 8 kg/jam hingga 1000 ton/jam menjadikan teknologi ini sangat fleksibel diaplikasikan baik di TPS maupun tersentral di TPA. Baik daerah dan kota yang memiliki sampah sedikit maupun daerah dan kota yang memiliki sampah dalam jumlah extra besar dan tidak mampu lagi ditampung dan ditangani oleh TPS dan TPA setempat.

Dengan fleksibilitas teknologi yang kami usung, dan manfaat besar yang didapatkan pada teknologi pengolahan kami maka kami menggabungkan teknologi Green Energy - Zerro Waste Energy – Renewable Energy, menjadi satu kesatuan yang padu sehingga mewujudkan Indonesia Bersih bukan lagi menjadi wacana.


Diagram Alur Proses Pengolahan Sampah di Pusat
Daur Ulang dan Kompos yang sudah ada
selama ini ada di Cakung - Cilincing

Teknologi diatas kami rubah menjadi :
1. Pemilahan dilakukan secara swasta yang melibatkan masyarakat / tenaga lepas maupun tenaga kerja baru yang di bayar berdasarkan jumlah sampah plastik apapun yang mereka kumpulkan.
2. Sampah plastik tidak perlu dilakukan proses pembungkusan dan pengiriman lagi karena langsung dikonversi menjadi bahan bakar pembangkit listrik.
3. Sampah Non Organik selain sampah plastik dikelompokkan untuk di lelang.
4. Proses fermentasi relatif lebih cepat disesuaikan dengan kebutuhan.

Tujuan dari proses ini adalah mengurangi investasi mesin dan bangunan, dan menyiapkan bahan baku setengah jadi yang siap menjadi peluang bagi para praktisi usaha, khususnya dibidang pupuk pertanian dan peternakan. Artinya produk akhir kompos dijual ke masyarakat yang ingin melakukan proses pengayakan – pengepakan – penjualan. Sehingga kami hanya berfokus pada penyediaan sumber daya listrik.

Langkah ini dirasa bagi kami cukup efektif dibandingkan bila kita membangun Instalasi Pupuk kompos yang selama ini dirasa memiliki revenue yang relatif lebih lambat, dibandingkan bila kita memproduksi BBM dan Energi Listrik.

Dari diagram diatas kami mencoba merubahnya dan memberikan solusi yang lebih fleksibel dan lebih murah dalam investasi pengolahan sampah. Kami melihat banyak pengolahan sampah yang tidak berorientasi pada profit dan memiliki permasalahan pada fase penjualan hasil produk akhirnya. Dimana pangsa pasar hasil daur ulang sampah kota yang ada selama ini relatif lebih sedikit dibandingkan bila kita merubah sampah kota menjadi BBM dan Energi listrik yang cukup jelas sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia


Konsep Usaha Pengolahan sampah selama ini
Konsep pengolahan sampah kota diatas dirubah dan disempurnakan menjadi :
Konsep usaha pengolahan sampah yang
berorientasi pada profit yang kami bangun
Bahan Bakar yang digunakan untuk pemanasan adalah BIOMASS yaitu diantaranya adalah sebagai berikut :
Jenis - jenis bahan bakar yang digunakan dan
jenis - jenis plastik yang bisa diolah menjadi BBM

Manfaat bagi Masyarakat :
1. Limbah pertanian dan daun kering, bisa termasuk dalam Biomass, kini bisa dibeli oleh pengelola dan pengaplikasi teknologi kami.
2. Mulai dari tingkat TPS sudah bisa dipisahkan sampah plastik jenis apapun untuk dibeli oleh pengelola dan pengaplikasi teknologi kami.
3. Muncul lapangan kerja baru yang sebelumnya hanya mengumpulkan sampah plastik jenis tertentu saja kini semua jenis plastik ada nilai jualnya.
4. Sungai jadi lebih bersih dari sampah plastik, dan bahaya banjir bisa dikurangi.
5. Bertambahnya pasokan energy Listrik dari bahan bakar yang terbarukan (Renewable Energi)

Manfaat bagi Dinas kebersihan :
1. Fleksibilitas kapasitas dan teknologi kami sangat bisa diterapkan di setiap TPS sehingga yang terangkut ke TPA tinggal sampah organik. Sehingga mengurangi biaya Angkut sampah ke TPA.
2. Daun kering yang dikumpulkan dari pohon penghijauan perkotaan yang selama ini dibakar, dan proses pembakaran Daun kering juga membutuhkan biaya, kini sudah bisa diminimalkan bahkan dihilangkan, karena daun kering dari Pohon Penghijauan kota digunakan untuk bahan bakar proses produksi.
3. Proses Fermentasi sampah organik bisa dilakukan mulai dari tingkat TPS. Sehingga mempercepat Proses dan Polusi Bau selama pengangkutan sampah ke TPA bisa direduksi secara maksimal.
4. Anggaran untuk pembersihan sungai kota bisa direduksi seminimal mungkin.
5. Kesulitan pembukaan lahan TPA baru kini terpecahkan, bahkan volume sampah di TPA akan berkurang secara Significant, sehingga diharapkan TPA akan bersih dari sampah organik dan sampah plastik.

Manfaat Bagi Investor / Pengusaha :
1. Terbukanya peluang usaha baru yang disesuaikan dengan kapasitas sampah dan kapasitas capital modal disetiap daerah dan kota.
2. Terbukanya peluang usaha Pengepul plastik dan ban bekas untuk dirubah menjadi BBM dan Listrik.
3. Terbukanya peluang usaha Jasa pembersihan sungai Kota.
4. Terbukanya peluang Usaha penghasil BBM dari sampah plastik untuk mensuplai kebutuhan masyarakat.
5. Terbukanya Peluang Usaha penyediaan Energi Listrik dari sampah.


2.5. KEUNGGULAN TEKNOLOGI INDONESIA DIBANDING TEKNOLOGI ASING

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai Keunggulan teknologi pengolahan Sampah palstik dan Ban bekas yang dimiliki Indonesia dibanding dengan teknologi asing silahkan KLIK di alamat berikut : http://santosorising.blogspot.com/2012/07/teknologi-indonesia-vs-teknologi-asing.html



2.6 MESIN PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK DAN BAN BEKAS MENJADI BBM

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai teknologi pengolahan Sampah palstik dan Ban bekas silahkan KLIK di alamat berikut : http://santosorising.blogspot.com/2012/08/mesin-pengolahan-plastik-dan-ban-bekas.html 
Semua perhitungan biaya operasional, perhitungan resiko usaha dan perhitungan pendapatan usaha sudah kami cantumkan di artikel tersebut.



BAB-III
ALUR PENGOLAHAN SAMPAH ZERO WASTE

3.1. SKEMA PENGOLAHAN SAMPAH TERSENTRALISASI di TPA

Skema Industri Pengolahan Sampah Tersentralisasi di TPA

Keistimewaan SKEMA PENGOLAHAN SAMPAH TERSENTRALISASI
1. Timbunan sampah di TPA dapat teratasi dalam waktu singkat.
2. Tidak diperlukan lagi lahan TPA baru.
3. Tenaga operasional sedikit.
4. Semua diatur secara otomatis.
5. Mampu mengatasi sampah organik dan sampah non organik dengan tuntas.
6. Menumbuhkan lapangan kerja baru. Hasil penelitian kami dengan tenaga pemulung yang tanpa lagi memisahkan sampah plastik tertentu(artinya semua jenis sampah plastik terkumpulkan), dalam 8 jam kerja seorang pemulung mampu menghasilkan rata – rata sampah plastik sebanyak 72 kg/8jam kerja, 94kg/10jam kerja, 108kg/12jam kerja. Bila sampah plastik dihargai Rp. 500/kg, maka menurut mereka penghasilan per hari dirasa cukup memadai.
7. Sampah yang bisa digunakan sebagai bahan bakar yang dikumpulkan oleh pemulung dapat dijual ke pengelola untuk bahan bakar konversi sampah plastik menjadi
8. Mampu mengatasi bau dan bakteri merugikan dengan cepat. Serta mampu melakukan fermentasi dengan cepat sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Teknologi Indonesia untuk mengolah sampah organik yang telah diujikan dan dipatenkan di University of Tsukuba, Japan.
9. Mampu menghasilkan BBM yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, telah diujikan dan dipatentkan di University of Tsukuba, Japan.
10. Tanpa membangun instalasi pengkomposan, seperti mesin – gudang – tenaga kerja – packaging – penyimpanan dll, karena hasil sampah organik yang telah dilakukan fermentasi lansung bisa diberikan pada pertanian dan peternakan. Hasil penelitian kami menyatakan pengaplikasian pada tanaman padi dengan pupuk organik hasil fermentasi GCM mampu menghasilkan padi yang dapat dipanen sampai 5 kali dalam 13 bulan.
11. Dengan Tanpa membangun instalasi pengkomposan maka membuka peluang usaha baru bagi para pengusaha yang berkonsentrasi pada pertanian dan peternakan.
12. Hasil sampah organik dan sampah plastik mampu menghasilkan listrik bagi masyarakat.
13. Pengolahan sampah plastik bukan hanya mengubahnya menjadi bahan bermanfaat namun juga mengatasi permasalahan sampah dunia dimana sampah plastik termasuk sampah yang susah terurai alami di tanah.


3.1. SKEMA PENGOLAHAN SAMPAH DESENTRALISASI di TPS

Pengolahan sampah mulai TPS



Keistimewaan SKEMA PENGOLAHAN DESENTRALISASI di TPS
1. Area penanganan sampah jadi lebih luas
2. Menumbuhkan lapangan pekerjaan baru yang lebih luas dan tidak tersentral di TPA, sehingga Tenaga kerja pengumpul sampah plastik bisa lebih tersebar dan merata, karena sampah plastik tidak harus dikirim ke TPA namun cukup dikirim ke TPS terdekat.
3. Menghemat biaya pengiriman sampah dari TPS ke TPA.
4. Sampah yang diangkut ke TPA sudah direduksi bau, dan sudah siap untuk dimasukkan ke digester.
5. Mempercepat proses konversi sampah plastik menjadi BBM yang dilakukan di TPS, sehingga mengurangi beban pekerjaan di TPA.
6. Mengurangi Beban TPA

Pengolahan Sampah dari TPS yang dikirimkan ke TPA
Perbedaan Industri Pengolahan Sampah yang sudah ada selama ini dengan Industri pengolahan sampah yang kami buat.

Pengolahan sampah Cakung - Cilincing
Ringkasan Investasi Barang Modal (Dalam Juta Dolar)
Biaya Investasi Pengolahan Sampah di Cakung - Cilincing
Perbedaan dengan Industri Pengolahan sampah yang kami punyai adalah :
1. Penghasil Energi Listrik Bukan hanya dari Sampah Organik namun juga dari sampah plastik.
2. Proses pemilahan sampah plastik dilakukan secara manual dengan mengumpulkan sampah plastik jenis apapun mulai dari lokasi di TPS hingga lokasi TPA. Dimana sampah baru dan sampah lama dilakukan proses penyiraman Bakteri GCM yang bukan hanya menghilangkan bau namun juga menekan perkembangan bakteri merugikan. Sehingga pengiriman sampah dari TPS ke TPA dapat menekan polusi Bau selama perjalanan.
3. Pemilahan plastik secara manual bukan hanya mengurangi polusi plastik didalam tanah namun juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar TPS dan TPA.
4. Proses pengkomposan yang slama ini ada yang membutuhkan waktu 25 hari kini bisa dipersingkat hanya 3 hari saja sehingga akan menekan volume sampah organik secara lebih signifikan dari proses yang sudah ada.
5.Proses pada Compost plant yang membutuhkan waktu 28 - 42 hari kini hanya membutuhkan waktu 1 hari.
6. Sampah yang bisa digunakan bahan bakar dalam pengolahan / pemanasan plastik menjadi BBM bisa dikumpulkan oleh masyarakat sekitar yang akan dibeli oleh pengelola.
7. Limbah pertanian dan Biomass yang selama ini dibakar setelah panen kini bisa dikumpulkan oleh masyarakat sekitar untuk digunakan bahan bakar dalam pengolahan / pemanasan plastik menjadi BBM, yang akan dibeli oleh pengelola. Ini juga memberi peluang bagi tambahan pendapatan bagi masyarakat.
8. Proses pembuatan Gudang - Mesin Pengkomposan - packing untuk industri pupuk sudah tidak diperlukan lagi. Karena menekan biaya investasi, dan merubahnya dengan system lelang sampah kompos siap jual yang akan membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar. Bila ternyata sampah kompos itu tidak laku, maka sampah kompos itu tidak akan berbahaya bagi tanah bahkan justru akan sangat membantu menyuburkan tanah.

PERBEDAAN DALAM SKALA PERHITUNGAN
Pengelolaan Sampah Cakung - Cilincing hanya menghasilkan Energi Listrik sebesar 12 MW dan 15 MW dan hanya mengandalkan sampah organik sebagai bahan dasar. maka kami mencoba mebuat pembanding yang baik dengan teknologi yang kami punyai.

Sampah 1000 ton/hari
1. Kami tanpa biaya pemisahan (Segregation)
2. Sampah Organik = 750 ton/hari
3. Sampah Plastik = 200 ton/hari
4. Proses Pengkomposan hanya butuh 3 hari untuk 750 ton/hari
5. Pengkomposan 750 ton/hari menghasilkan gas metan =187,5 ton/hari = 30 MW/hari
6. Sampah palstik 200 ton/hari menghasilkan BBM = 100.000 Liter/hari. Bila Generator Listrik 1 MW membutuhkan BBM 209 L/jam = 209 L x 24 jam = 5018 L/hari. Jadi 200 ton sampah plastik per hari minimal bisa menghasilkan 20 MW/hari.
7. Sampah Plastik 200 ton/hari menghasilkan BBM = 100.000 Liter/hari. Bila harga jual BBM adalah Rp.4000,-/L = 100.000 L x Rp..4000,- = Rp. 400.jt/hari.
8. Sampah Organik 1000 ton bisa menghasilkan 300 ton kompos per hari. Bila harga lelang penjualan kompos adalah Rp. 500,-/kg = 300 ton x Rp. 500,- = Rp. 150 jt/hari.
9. Sampah Organik 1000 ton bisa menghasilkan 150.000 liter pupuk cair per hari. Bila harga lelang penjualan pupuk cair adalah Rp. 1.000,-/L = 150.000 L x Rp. 1.000,- = Rp. 150.000 jt/hari.



Post a Comment